Merawat kaki, mencegah luka

Tahukah anda mengapa penderita diabetes melitus (diabetesi) perlu merawat kaki?

Diabetesi pada umumnya merasakan adanya sensasi kesemutan, kebas, gangguan gerak/kaku sendi, dan nyeri di kaki. Sebagian besar dari mereka melaporkan timbulnya berbagai sensasi tersebut di ujung-ujung jari kaki. Beberapa diabetesi merasakannya sampai ke arah telapak kaki bahkan sampai tumit.

Apa yang terjadi di kaki diabetesi?

https://www.eastcoastpodiatry.sg/diabetic-neuropathy/

Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah di kaki. Kondisi ini disebut sebagai Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). DPN merupakan komplikasi utama dari penyakit DM.

Kerusakan saraf dan pembuluh darah juga dapat menyebabkan kulit kaki kering, gatal, kaki terasa dingin, jari-jari kaki mulai mengalami perubahan bentuk, dan kelemahan otot.

Hampir separuh diabetesi mengalami DPN. Semakin lama menderita DM, makan semakin tinggi risiko mengalami DPN.

“Pernahkah anda (diabetesi) mengalami sandal/sepatu sudah terlepas saat berjalan? Tidak tahu kalau adanya luka di kaki? Mengalami bisul/kulit kemerahan berulang?

Kondisi di atas dapat menyebabkan luka diabetes. Risikonya 8x lebih besar apabila diabetesi juga mengalami DPN. Apalagi ditambah dengan kadar gula darah yang sering tinggi. Luka diabetes ini sangat mudah terinfeksi dan proses penyembuhan luka membutuhkan waktu yang lebih lama. Seringkali diabetesi harus mengalami rawat inap di rumah sakit untuk mengatasi infeksi, menjalani operasi pembersihan luka, bahkan amputasi.

Apa saja yang mungkin menyebabkan luka di kaki?

  1. Berjalan kaki di atas aspal

Seringkali diabetesi berjalan di atas aspal tanpa alas kaki. Kebiasaan ini salah. Umumnya diabetesi mendapat informasi keliru bahwa berjalan di atas aspal dapat merangsang saraf kaki.

Diabetesi kurang dapat merasakan adanya panas berlebihan dari aspal. Panas yang berlebihan dapat menimbulkan luka bakar. Sehingga mungkin terjadi kulit melepuh atau luka akibat tertusuk benda tajam yang ada di luar rumah.

2. Alas kaki sudah sempit

Sandal/sepatu yang sempit mungkin menyebabkan lecet. Lecet di jari-jari kaki juga sering disebabkan bentuk jari yang berubah.

Diabetesi perlu memperhatikan ukuran alas kaki. Gunakan alas kaki yang sesuai dengan ukuran kaki dan bentuk kaki.

3. Memotong kuku tidak tepat

Sering kali luka disebabkan oleh teknik memotong kuku.

Mintalah bantuan jika penglihatan sudah berkurang

4. Merendam kaki di air panas

Hindari kontak dengan benda panas.

Contohnya: merendam kaki, kompres kaki, menghangatkan kaki langsung dekat sumber api

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *