Mengenal Diabetes Melitus Tipe 2

Penyakit Diabetes merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula dalam darah (hyperglicaemia). Penyebabnya adalah gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Diabetes kering atau basah?

Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh masyarakat awam. Sebagian besar masyarakat menganggap Diabetes Melitus (DM) dibedakan berdasarkan ada atau tidak ada luka. Apabila diabetesi (penderita DM ) mengalami luka, masyarakat menyebutnya sebagai diabet basah. sebaliknya, diabetesi yang tidak mengalami luka disebut sebagai luka kering. Lalu, apa sebutan bagi diabetesi yang mengalami luka berulang/sembuh dan kambuh lagi?

Kementerian Kesehatan dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia membagi penyakit DM menjadi 4, yaitu:

  1. Tipe 1. Terjadi kerusakan pankreas yaitu sel-sel beta. Akibatnya, tubuh tidak dapat menghasilkan insulin.
  2. Tipe 2. Tubuh masih menghasilkan insulin. Namun, terjadi gangguan insulin sehingga tidak berfungsi optimal.
  3. Diabetes Melitus Gestasional. Diabetes terdiagnosis pada kehamilan usia trimester kedua/ketiga. Ibu hamil tidak ada riwayat diabetes sebelumnya.
  4. Tipe lain. Disebabkan oleh kondisi lainnya, misalnya: zat kimia, penyakit organ pankreas, dll.

Apa saja tanda dan gejala Diabetes?

Keluhan yang khas pada diabetesi (penderita DM) yaitu: sering haus, sering lapar, sering buang air kecil. Tanda dan keluhan lainnya yang mungkin terjadi yaitu: penurunan berat badan, kebas/kesemutan di ujung jari kaki dan tangan, mudah lelah, mudah infeksi, penyembuhan luka lama/sulit sembuh, gangguan penglihatan, dll

Faktor apa saja yang dapat menyebabkan Diabetes Tipe 2 ?

  • Kegemukan/obesitas
  • Kurang gerak
  • Terdapat riwayat DM dalam keluarga
  • Konsumsi tinggi gula, karbohidrat, lemak, garam, dan rendah serat
  • Merokok
  • Stres
  • Alkohol

Apa saja komplikasi Diabetes?

Diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada organ tubuh yang lain. Seringkali diabetesi mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Luka kaki yang sulit sembuh
  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti: jantung koroner, darah tinggi, dan stroke
  • Gangguan saraf kaki dan tangan menyebabkan rasa kebas, kesemutan, nyeri, dan perubahan bentuk kaki
  • Gangguan ereksi

Komplikasi DM dapat dicegah. Caranya dengan menjaga agar kadar gula darah tetap dalam batas normal. Berbagai cara dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah tetap normal, yaitu:

  • Diet yang tepat
  • Pemberian obat anti diabetik
  • Aktivitas fisik secara rutin
  • Menghindari stres
  • Stop merokok dan alkohol
  • Pencegahan luka

Bahan bacaan:

Perkeni (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *